Misteri Dibalik Konflik Eyang Subur & Adi Bing Slamet

Posted: Maret 31, 2013 in Hot News
Tag:, ,

foto-eyang-subur-duduk-130328b

Siapa sih eyang subur diduga penganut aliran sesat ini, nama eyang subur mendadak santer ketika Adi Bing Slamet berseteru dengan nya. Adi Bing Slamet mengungkapkan fakta mencengangkan. Selama lima tahun, Adi menjadi pengikut aliran sesat. Ajaran sesat itu ia pelajari dari seorang dukun bernama Eyang Subur. “Eyang Subur ini sudah enggak benar ajarannya. Istri orang diambil, mau menjadikan manusia sebagai tumbal negara,” tutur Adi saat dihubungi, Kamis.

Adi-Bing-Slamet-pegang-kalung

Sejak tahun 1995 hingga tahun 2010, Adi diperbudak oleh ajaran Eyang Subur yang salah kaprah. Berawal dari perkenalan Adi dengan Ferry, yang lantas mengenalkannya kepada sosok orang tua yang ia panut selama lima tahun lalu.

“Saya lepas tahun 2010 sejak di bawah pengaruh gaibnya di tahun 1995. Saya kenal dari teman bernama Ferry ketika sedang mencetak undangan di Kemayoran. Ferry sudah jadi pengikutnya Subur sejak lama,” kata Adi. Saat dikenalkan, Adi merasa mendapatkan sosok yang ia cari, seorang bapak yang bisa ia tiru dan contoh melalui kata-kata bijaknya. Sayangnya, Adi malah terpeleset.

“Semua orang dihasut sama dia. Saya pikir saya bisa menemukan sosok orangtua dari Eyang Subur ini, ternyata saya disesatkan. Dia bersembunyi di balik kata-kata bijaknya. Setiap saya akan pergi haji, atau menyantuni anak yatim, dia enggak suka,” cerita Adi.

13646060072119594511

Heboh Eyang Subur awalnya saya tanggapi datar saja, tetapi saking kerapnya kasus ini nongol di televisi dan menjadi konsumsi publik, akhirnya menggoda saya untuk urun saran. Mengapa, karena kasus ini amat liat dan juga liar mengaduk-aduk nalar masyarakat dan pemirsa disuguhi dramatisasi yang sedemkian vulgar. Seperti tampilan orang marah, dendam, dan kecewa. Apalagi berbarengan dengan isu memasukkannya kejahatan santet dan perdukunan di rancangan perubahan KUHAP/KUHP, seolah semuanya saling berkelindan.

Okelah, apa menariknya kasus ini? Secara naluriah, kasus yang berkaitan dengan perdukunan, santet, mistik, paranormal, orang pintar, dan sejenisnya selalu menarik khalayak. Ada satu simpul misteri yang mendorong orang untuk ingin tahu.

Singkat saja saya mengomentari perseteruan Adi Bing Slamet Cs VS Eyang Subur CS yang begitu emosional di layar kaca. Inilah antiklimaks Eyang Subur, setidaknya bagi Adi Cs, antiklimaks adalah kemerosotan atau kemunduran mendadak sampai pada taraf yang tidak berarti dan amat mengecewakan, begitulah! Akan lebih baik jika perseteruan kedua belah pihak segera untuk diselesaikan, sebab lebih banyak mempertontonkan hal yang tidak edukatif bagi pemirsa televisi.

Tetapi jauh di hati saya yang terdalam, kita disuguhi fakta lain tentang Eyang Subur dan ini jamak kita jumpai pada orang-orang kaya negeri ini. Begini, dari berita-berita infotainmen Eyang Subur adalah seorang guru spiritual, orang pinter, bahkan Farhat Abas menyebut sebagai seniman. Para pelawak yang berguru padanya dengan “heboh” menyebut orang yang baik, suka memberi (mobil), bahkan ada yang mendapat “berkah” darinya. Foto-foto juga menunjukkan kekayaan Eyang Subur yang demikian fantastis, batu permata, berlian, kristal, dan istri-istri yang gemerlapan dengan emas.

Saya tidak akan mempermasalahkan kekayaan itu dari mana, tetapi ingin mengajukan pertanyaan? Mengapa Eyang Subur berderma kepada orang-orang yang notabene sudah berkecukupan (artis), bukankah derma itu (dalam Islam) semestinya diberikan kepada fakir miskin. Apakah para artis itu orang-orang miskin yang layak dibantu? Mengapa Eyang tidak memberikan saja kepada para fakir miskin yang nyata-nyata membutuhkan. Inilah nalar berpikir yang tak pernah diendus banyak orang, bahkan media sekalipun.

Pun demikian, memang di negara ini agak sulit menemukan orang kaya raya yang ringan tangan memberikan hartanya kepada fakir miskin. Rata-rata malah “menikmati” umbar kekayaannya di depan publik.

Padahal mereka tidak akan berarti jika tidak ada orang miskin karena pada hakikatnya orang miskin ada untuk menguji kedermawanan kita.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s